Our social:

Monday, January 10, 2011

Vivanews : BlackBerry Diblokir Bukan Karena Soal Server

Salah satu persyaratan yang diminta pemerintah terhadap Research In Motion (RIM) jika tak ingin diblokir, dan dapat terus menjalankan bisnisnya menyediakan layanan komunikasi di tanah air adalah membangun server atau repeater di Indonesia.

Marak dikabarkan, salah satu alasannya agar memberikan kemudahan bagi aparat penegak hukum negeri ini, saat ingin mengungkapkan kasus kejahatan baik terorisme ataupun korupsi.

Meski demikian, menurut Gatot S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, langkah pemblokiran yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu dekat ini tidak terkait dengan masalah tersebut.

“Rencana pemblokiran yang akan dilakukan pemerintah terhadap layanan BlackBerry itu akibat masih dimungkinkannya pengguna mengakses konten porno lewat BlackBerry,” kata Gatot pada VIVAnews, 10 Januari 2010.

Seputar Research In Motion diminta untuk memasang server di Indonesia agar aparat pemerintah dapat melakukan penyelidikan, kata Gatot, itu urusan lain.

“Saat ini, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penyelenggaraan UU ITE yang akan menjadi dasar pemerintah untuk meminta RIM menyediakan server di Indonesia belum selesai,” kata Gatot. “Jadi pemerintah belum memiliki landasan yang kuat untuk melakukan pemblokiran,” ucapnya.

Gatot menyebutkan, pembangunan server di Indonesia pada RIM saat ini masih berupa himbauan saja. “Kalau server sudah ada, semua akan jadi lebih mudah,” ucapnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, usai melantik sejumlah pejabat Eselon 1 di jajaran Kementerian Kominfo, Jumat 7 Januari lalu, Menkominfo Tifatul Sembiring kembali mengungkapkan rencana memblokir layanan BlackBerry di Indonesia. Alasannya, perusahaan itu tidak memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di negeri ini

0 comments:

Post a Comment

Attention
Komentar anda sangat diharapkan agar blog ini menjadi blog yang lebih baik. dan diharapkan juga untuk Memberi Koment Yang Membangun, no spam

admin rustihell