Our social:

Wednesday, September 9, 2009

Mendapatkan akun bank online bersaldo US$ 9.900, orang cukup merogoh kocek US$ 300 saja

Pada 2010, ID-SIRTII mengungkapkan kejahatan carding (pencurian nomor kartu kredit) semakin tinggi seiring munculnya jasa-jasa yang menawarkan daftar ratusan nomor kartu kredit aktif di kalangan underground. Berdasarkan temuan ID-SIRTII, di Amerika Serikat, siapapun cukup membayar US$ 1 hingga US$ 6 per daftar. Mau?

“Di kalangan hacker underground Amerika Serikat, untuk sejumlah list nomor kartu kredit dijajakan dengan banderol 1-3 dolar AS,” kata Richardus Eko Indrajit, Ketua Pelaksana ID SIRTII di sebuah jumpa pers di Jakarta, 13 Juli 2009. “Dibandingkan di Inggris, pada 2010 nanti, jasa yang sama ditawarkan dengan harga 2-12 dolar Amerika Serikat,” ucapnya.

Yang lebih heboh, di sela presentasinya, Eko mengatakan, untuk memperoleh akun bank online (online banking account) dengan saldo US$ 9.900, seseorang cukup merogoh kocek senilai US$ 300.

“Ancaman terhadap bank-bank semakin besar. Mereka kini harus lebih waspada, tak hanya harus memperkuat keamanan data, tetapi juga harus diikuti dengan edukasi karyawan,” kata Eko. “Kebanyakan hacker tak menyerang kantor pusat atau data center bank-bank di sebuah negara. Mereka justru menyusup melalui jaringan kantor-kantor cabangnya, yang mana tingkat keamanannya relatif lebih rendah dan kelalaian karyawannya lebih tinggi,” ucapnya.

“Tren ke depan, sebisa mungkin pekerjaan biasa dapat digitalisasi atau dipindahkan ke Internet. Hal ini menyebabkan value Internet semakin tinggi,” kata Eko. “Sama halnya dengan dunia nyata, di suatu tempat yang mempunyai value tinggi, pasti potensi ancaman untuk menjadi medium kejahatan semakin besar. Karena, orang pasti tertarik dg sesuatu yang berharga,” ucapnya.

Berdasarkan data terakhir FBI, kata Eko, ancaman terbesar justru datang dari dalam kantor itu sendiri, yakni sebesar 91 persen dari total ancaman. “Ancaman kedua menyusul serangan-serangan dari luar melalui jaringan internet. Ditemukan pula, 64 persen di antaranya menyebabkan kerugian finansial besar.”

Sayangnya, Eko belum bisa memaparkan berapa potensi kerugian yang disebabkan berbagai varian hacking via Internet di Indonesia.

sumber : vivanews.com

0 comments:

Post a Comment

Attention
Komentar anda sangat diharapkan agar blog ini menjadi blog yang lebih baik. dan diharapkan juga untuk Memberi Koment Yang Membangun, no spam

admin rustihell